Paradoks kepemilikan satwa liar, di tengah pandemi penyakit yang ditularkan oleh satwa liar
Abstrak
Penyakit yang ditularkan satwa ke manusia disebut sebagai zoonosis. Pada beberapa dekade terakhir, telah terjadi beragam zoonosis seperti AIDS, SARS, MERS, ZIKA. Pada awal tahun 2020, muncul penyakit zoonosis yang mengakibatkan pandemi global yaitu Covid-19. Para peneliti di dunia mempercayai bahwa pandemi Covid-19 diakibatkan oleh penyakit yang ditularkan kelelawar dan trenggiling. Penelitian ini menganalisis pengaruh pandemi penyakit yang ditularkan satwa liar terhadap kepemilikan satwa liar. Penelitian dilakukan pada kurun waktu 2020-2021 menggunakan metode literature review dari pemberitaan media, didukung artikel ilmiah dan laporan lembaga/yayasan, khususnya laporan terbaru oleh Social Media Animal Cruelty Coalition. Hasil penelitian menunjukkan kesan bahwa pandemi penyakit yang ditularkan satwa liar tidak berpengaruh pada kepemilikan satwa liar, dibuktikan dengan maraknya kepemilikan satwa liar oleh masyarakat umum, tokoh masyarakat, bahkan aparatur sipil negara. Temuan ini mengkhawatirkan karena maraknya kepemilikan satwa liar meningkatkan interaksi antara manusia dan satwa liar yang berisiko meningkatkan zoonosis dan mungkin menciptakan pandemi baru. Isu ini harus segera ditanggulangi melalui sosialisasi publik yang lebih luas dan pengembangan peraturan mengenai risiko-risiko dan larangan terhadap pemeliharaan satwa liar.