Pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap inisiasi pembukaan jalur tracking di Desa Komodo, Nusa Tenggara Timur
Abstrak
Desa Komodo di Pulau Komodo merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Komodo yang dihuni oleh masyarakat Ata Modo. Pengembangan Desa Komodo menjadi desa wisata oleh pemerintah direspons positif oleh masyarakat setempat dengan berbagai macam cara, di antaranya dengan membuka jasa homestay, taxi perahu, naturalist guide, dan toko cinderamata, termasuk juga menginisiasi pembukaan jalur tracking di desa tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap rencana pembukaan jalur tracking tersebut. Penelitian menggunakan metode wawancara semi-terstruktur dengan instrumen yang telah disiapkan berupa kuesioner. Responden penelitian adalah masyarakat Desa Komodo sebanyak 81 KK dari 5 dusun. Masyarakat Desa Komodo sebagian besar telah mengetahui tentang keberadaan jalur tracking (85%) dan menyetujui dibukanya jalur tersebut, yaitu 46% (sangat setuju) dan 44% (setuju). Secara umum, masyarakat beranggapan akan memperoleh manfaat baik secara ekonomi maupun sosial budaya dengan dibukanya jalur tracking tersebut secara resmi. Namun, untuk tetap melindungi keanekaragaman hayati yang ada di Pulau Komodo serta membangun ekowisata yang berkelanjutan, perlu dilakukan pengkajian dan penetapan regulasi untuk kegiatan wisata di jalur tracking tersebut dengan melibatkan masyarakat.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Amalia R, Nurfitria S, Septiayu R, Muzamil MZ, Zahra A dan Rohmatullayaly E.N. 2023. Inventarisasi fauna sebagai potensi ekowisata di jalur tracking Desa Komodo, Taman Nasional Komodo. Biotika Jurnal Ilmiah Biologi 21(1):12-26.
Ardhyanto A and Ardiani NA. 2017. Tourism impacts of sail Komodo to the development of Komodo District, Indonesia [Proceeding]. In Proceedings of the 6th International Conference of Arte-Polis:187-195.
Blegur WA, Djohan TS dan Ritohardoyo S. 2017. Vegetasi habitat komodo dalam Bentang Alam Riung dan Pulau Ontoloe di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Majalah Geografi Indonesia 31(1):95-111.
Dale CJP and Afioma G. 2020. Puzzling confluence of conservation and ecotourism in Komodo National Park, Indonesia. Japan-ASEAN Transdisciplinary Studies Working Paper Series (TDWPS)10:1-18.
Gumilang H, Nitibaskara TU dan Rusli AR. 2013. Pengembangan kegiatan ekowisata di Taman Nasional Way Kambas Provinsi Lampung (studi kasus: Pusat Konservasi Gajah). Jurnal Nusa Sylva 13(2):19-32.
Hamdani A, Ahmad Z dan Roini C. 2022. Pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap konservasi Burung Paruh Bengkok Di Kecamatan Kepulauan Joronga. Jurnal Bio Edukasi 5(1):64-72.
Harahap M, Sulardiono B dan Suprapto D. (2018). Analisis tingkat kematangan gonad Teripang Keling (Holothuria atra) di Perairan Menjangan Kecil, Karimunjawa. Journal of Maquares 7(3):263-269.
Herman N dan Supriadi B. 2017. Potensi ekowisata dan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pariwisata Pesona 2(2):12.
Idris MH dan Destari R. 2019. Pengaruh destinasi pariwisata Pulau Komodo terhadap beberapa aspek pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat. Jurnal Ilmu Administrasi Publik 7(1):56-68.
Islami MN, Enggarwati D dan Saputra A. 2021. Analysis of socio-economic impacts of tourism development in Komodo National Park, East Nusa Tenggara (A Case Study of Rinca Island and Komodo Island) [Proceeding]. Proceedings of the 1st International Conference on Education, Humanities, Health and Agriculture, ICEHHA 2021, 3-4 June 2021, Ruteng, Flores, Indonesia.
Kodir A, Tanjung A, Ahmad R and Simanjuntak TB. 2019. Tourism governance in Komodo National Park, Indonesia: blessing or curse?. Geo Journal of Tourism and Geosites 27(4):1401-1417.
Kosmaryandi N, Basuni S, Prasetyo BL dan Adiwibowo S. 2012. Gagasan baro zonasi taman nasional: Sintesis kepentingan konservasi keanekaragaman hayati dan kehidupan masyarakat adat. JMTH 18(2):69-77.
[KSDAE KLHK] Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2017. Hasil Monitoring Komodo di Taman Nasional Komodo Tahun 2017 [internet]. Tersedia di: http://ksdae.menlhk.go.id/info/2775/hasil-monitoring-komodo-di-taman-nasional-komodo-tahun-2017.html
Listyana R dan Y. Hartono. 2015. Persepsi dan sikap masyarakat terhadap penanggulangan Jawa dalam penentuan waktu pernikahan (studi kasus: Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Tahun 2013). Jurnal Agastya 5(1):118-138.
Modestus ZR. 2015. Partisipasi masyarakat desa komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Jurnal Master Pariwisata 2:1–21.
Perez LP and Bukluran. 2018. Living with the problem of national parks: Indigenous critique of Philippine environmental policy. Thesis Eleven 145(1): 58–76.
Pitana IG dan Diarta IKS. 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Putra PSE dan Parno R. 2018. Strategi pengembangan ekowisata taman nasional komodo di Desa Komodo Nusa Tenggara Timur. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (Sintesa) Bali, Indonesia.
Putri COA, Triratma B dan Sunoko K. 2021. Penerapan arsitektur ekologi pada rancang bangun taman wisata alam di Pulau Komodo sebagai konservasi Komodo. Senthong 4(2).
Rhofita EI dan Naily N. 2018. Persepsi Komunitas Nelayan Kenjeran terhadap Kegiatan Konservasi Lingkungan Pesisir Berdasarkan Perspektif Ekoteologi Islam, Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan 2(2):112–124.
Sadono Y. 2013. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Merbabu di Desa Jeruk Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota 9(1):53-64.
Saeroji A. 2020. Penggunaan istilah ‘wisata alam’ dan ‘ekowisata’: sebuah telaah singkat. Journal of Tourism Destination and Attraction 8(2):147-154.
Selni M, Mangunjaya FM, Praharawati G, Tjamin YR dan Bahagia B. 2021. Pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat terhadap keinginan untuk melakukan konservasi hewan liar yang terancam punah. Jurnal Ilmu Pendidikan 3(4):1808–1820.
Sugita A dan Mus AH. 2019. Bentuk Antonim Bahasa Modo pada Masyarakat Pulau Komodo. Jurnal Ilmiah Telaah 4(2):36-40.
Sugiyono D. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Penerbit Alfabeta. Bandung.
Suryanda A, Komala R dan Fahlevi R. 2020. Hubungan persepsi masyarakat pesisir tentang KKLD dan partisipasi masyarakat pesisir terhadap pengelolaan KKLD Lampung Barat, Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan 4(1):410–423.
Widhyasmaramurti W dan Kristianto D. 2022. Pendampingan Pengemasan Atraksi Wisata Berbasis Budaya di Desa Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3(1):191–201.
[TIES] The International Ecotourism Society. 2022. What is ecotourism [internet]. Tersedia di: https://ecotourism.org/what-is-ecotourism/.




_mini_size.jpg)








_10241.png)


